Wednesday, July 27, 2016

Keramahan Negeri Kami

Kami berdiri di kaki keramahan Tuhan
Kaki-kaki indah ini nyata dalam balutan mimpi kami
Bukan banyolan semata
Bukan pula anekdot yang mempertontonkan sebuah kesenangan belaka
Tapi ini keramahan yang diam tapi berbicara

Kami berteduh di langit yang dititipkan Dia
Beribu barisan panorama mengawal kepergian kami menjemput harapan
Satu asa bukan hanya mimpi kami
Beribu harapan akan kami wujudkan

Ada kalanya lara menghampiri kami
Duka pun berjalan pelan mengikuti
Namun..
Lara dan duka sementara itu takkan pernah mengganggu asa dan harapan
Yang kami yakini, Dia percaya kami

Tidak pernah ada kenikmatan tanpa kesusahan
Kepuasan pun akan berjalan beriringan dengan letihnya mencari pengharapan
Memang berat kadangkala
Tapi itu kejutan yang indah untuk dinikmati
Dan satu hal yang kami percaya, api ini takkan pernah kami padamkan

Kulihat satu, dua, tiga, empat, dan tidak pernah terhitung jumlahnya
Ada ribuan kekuasaan Tuhan yang kami nikmati
Kami memang hanya ada di sudut kemewahanan perkotaan
Kami juga hanya berdiam dalam jauhnya deru keramaian
Ini bukan semu namun nyata
Bukan pula personifikasi namun ungkapan syukur

Rumah kami kaya
Rumah kami luar biasa
Semuanya sudah tersirat dalam kesegalaan

Senyum kami terkembang dalam sejuta angan
Tawa terurai bersama angin yang berhembus pelan
Itu cinta kami
Itu sayang kami
Untukmu, Keramahan Negeri Kami


------------------------------ ************ ------------------------------


*Puisi ini didedikasikan untuk desa kami yang tercinta, Senamat Ulu, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo Propinsi Jambi. Desa kami jauh dari perkotaan dan bahkan listrik saja kami masih memberdayakan mesin diesel dari pribadi masing-masing. Selain itu, puisi ini kami dedikasikan untk salah satu objek wisata yang ada di desa kami, Gelagah Buto. Belum terjamah tangan nakal pengembang tak bertanggung jawab. -AriJambi-

No comments :

Post a Comment