Dalam benakku.. Lama tertanam...Sejuta bayangan dirimu...
Redup terasa.. Cahaya hati.. Mengingat apa yang tlah kau berikan...
Coba tuk singkirkan... aroma nafas tubuhmu... Mengalir mengisi laju darahku...
Semua tak sama.. dan tak pernah sama.. apa yang kusentuh... apa yang kukecup... sehangat pelukmu... selembut belaimu.. tak ada satu pun yang mampu.. menjadi... sepertimu..
Romansa cinta terdengar pekat dalam syair cerita hati di atas.. Slow but sure istilahnya kata orang, mengingatkan cerita seorang temanku dahulu..
Dia bercerita bahwa perjalanan cintanya sudah berada di penghujung asa.
"Aku telah mendapatkan cinta sejati" ujarnya pada saat itu..
Gelembung ceritera cinta mengalir terus dari hari kehari. Terbang perlahan ke atas singgasana hatinya. Begitu indah terdengar ceritanya pada saat itu. Hingga akhirnya...
Hiks..hiks..hiks...hiks...
terdengar perlahan kudengar di keheningan malam. Pelan namun pasti, ku-samperin suara itu. dan kulihat rico(bukan nama sebenarnya) terduduk di pojok ruangan sembari menangis. Dari situ ceritera yang sebenarnya dimulai.
"Dia selingkuh" hanya itu yang kudengar dari Rico.
Ya itulah cinta yang katanya indah pada saat itu, namun sakit pada akhirnya. Jangan berpedoman pada cinta sesaat tapi berpedomanlah pada cinta kita untuk-Nya.
Semua memang tak sama.. Tapi keyakinan akan kuasa-Nya harus kita samakan.(jambi)
Repost From Selubungmaya.blogspot.com
No comments :
Post a Comment