Kami berdiri di
kaki keramahan Tuhan
Kaki-kaki indah ini
nyata dalam balutan mimpi kami
Bukan banyolan
semata
Bukan pula anekdot
yang mempertontonkan sebuah kesenangan belaka
Tapi ini keramahan
yang diam tapi berbicara
Kami berteduh di
langit yang dititipkan Dia
Beribu barisan
panorama mengawal kepergian kami menjemput harapan
Satu asa bukan
hanya mimpi kami
Beribu harapan akan
kami wujudkan
Ada kalanya lara
menghampiri kami
Duka pun berjalan
pelan mengikuti
Namun..
Lara dan duka sementara
itu takkan pernah mengganggu asa dan harapan
Yang kami yakini,
Dia percaya kami
Tidak pernah ada
kenikmatan tanpa kesusahan
Kepuasan pun akan
berjalan beriringan dengan letihnya mencari pengharapan
Memang berat
kadangkala
Tapi itu kejutan
yang indah untuk dinikmati
Dan satu hal yang
kami percaya, api ini takkan pernah kami padamkan
Kulihat satu, dua,
tiga, empat, dan tidak pernah terhitung jumlahnya
Ada ribuan
kekuasaan Tuhan yang kami nikmati
Kami memang hanya
ada di sudut kemewahanan perkotaan
Kami juga hanya
berdiam dalam jauhnya deru keramaian
Ini bukan semu
namun nyata
Bukan pula personifikasi
namun ungkapan syukur
Rumah kami kaya
Rumah kami luar
biasa
Semuanya sudah
tersirat dalam kesegalaan
Senyum kami
terkembang dalam sejuta angan
Tawa terurai
bersama angin yang berhembus pelan
Itu cinta kami
Itu sayang kami
Untukmu, Keramahan
Negeri Kami
------------------------------
************ ------------------------------
*Puisi ini didedikasikan untuk desa kami yang
tercinta, Senamat Ulu, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo Propinsi
Jambi. Desa kami jauh dari perkotaan dan bahkan listrik saja kami masih
memberdayakan mesin diesel dari pribadi masing-masing. Selain itu, puisi ini
kami dedikasikan untk salah satu objek wisata yang ada di desa kami, Gelagah
Buto. Belum terjamah tangan nakal pengembang tak bertanggung jawab. -AriJambi-


